1 PENGERTIAN NMAP
Nmap (Network Mapper) adalah
sebuah tool open source untuk mengeksplorasidan audit keamanan jaringan. Nmap
menggunakan IP raw untuk menentukanhost mana saja yang tersedia pada jaringan,
layanan, sistem operasi, jenisfirewall dan sejumlah karakteristik lainnya.
Dalam port scanner, nmap dapatmembuat tabel yang berisi angka port dan
protokol, nama layanan, dan status.Statusnya adalah terbuka (open), difilter
(filtered), tertutup (closed), atau tidakdifilter (unfiltered).Terbuka berarti
bahwa aplikasi pada mesin target sedang mendengarkan(listening) untuk
koneksi/paket pada port tersebut. Difilter berarti bahwa firewall,filter, atau
penghalang jaringan lainnya memblokir port sehingga Nmap tidakdapat mengetahui
apakah ia terbuka atau tertutup. Tertutup berarti port tidakmemiliki aplikasi
yang sedang listening, meskipun mereka dapat terbukakapanpun. Port digolongkan
sebagai tidak difilter ketika mereka menanggapipenyelidikan Nmap, namun Nmap
tidak dapat menentukan apakah merekaterbuka atau tertutup.Keunggulan yang
dimiliki Nmap adalah:
a. Nmap dapat digunakan dalam jaringan berskala besar.
b. Nmap dapat berjalan diberbagai macam sistem operasi.
c. Mudah digunakan
d. Free
e. Dokumentasi program Nmap lengkap dan baik.
Cara Install Nmap:
1.Download nmap terlebih dahulu
2.jika sudah selesai download kemudian extract file tersebut > pilih file tujuan > OK
3.buka file tersebut > cari application bernama "winpcap-nmap-4.13" > klik
4.Klik I Agree

setelah selesai menginstall NMAP ,bukalah CMD dan lakukan perintah
4.Klik I Agree
5.Tunggu sampai selesai lalu klik NEXT
6.Centang semua lalu klik NEXT
7.Tunggu sampai selesai lalu klik FINISH
setelah selesai menginstall NMAP ,bukalah CMD dan lakukan perintah
Penggunaan perintah Nmap di CMD
# nmap {target} [scan tipe] [opsi]
Scan Tipe
Ada 2 macam scan tipe, yaitu TCP
scan dan NON-TCP Scan.
1.TCP SCAN :
a.
-sA (ACK scan).
Gunakan ACK scan untuk memetakan aturan firewall.
Dapat membantumenentukan apakah firewall itu merupakan simple packet filter
yangmembolehkan hanya koneksi-koneksi tertentu (koneksi dengan bit set ACK)
atausuatu firewall yang menjalankan advance packet filtering.
b.
-sF (FIN scan)
Teknik ini hanya dapat dipakai pada stack TCP/IP
berbasis UNIX. Teknik inimengirim suatu paket FIN ke port sasaran. FIN scan
dapat membedakan port"tertutup" dan port "terbuka |
filtered" pada beberapa sistem.
c.
-sM (Maimon scan)
Teknik ini akan mengirimkan FIN dan ACK. Terhadap
beberapa sistem BSDbeserta turunannya dapat membedakan antara port
"tertutup" dan port "terbuka |filtered".
d.
-sN (Null scan)
Teknik ini membuat off semua flag. Null scan dapat
membedakan port "tertutup"dan port "terbuka| filtered" pada
beberapa sistem.
e.
-sS (TCP SYN scan)
SYN Scan adalah teknik yang paling popular dan
merupkan scan default darinmap. Teknik ini tidak menggunakan 3 way hanshae
secara lengkap, maka dariitu sering diset half open scanning. Bila SYN/ACK
diterima dari port sasaran, kitadapat mengambil kesimpulan bahwa port itu
berada dalam status LISTENING.Teknik ini tidak membuat koneksi penuh, maka
tidak akan terdeteksi dan tidaktercatat pada log jaringan.
f.
-sT (TCP connect scan)
Jenis scan ini konek ke port sasaran dan menyelesaikan
three-way handshake(SYN, SYN/ACK, dan ACK). Scan jenis ini mudah terdeteksi
oleh sistem sasaran.
g.
-sW (Window scan)
Teknik ini dapat mendeteksi port-port terbuka maupun
terfilter/tidak terfilter padasistem sistem tertentu (sebagai contoh, AIX dan
FreeBSD) sehubungan dengananomali dari ukuran windows TCP yang dilaporkan.
h.
-sX (Xmas Tree scan)
Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN, URG, dan PUSH
ke port sasaran.Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengembalikan suatu
RST untuksemua port yang tertutup.
2 2.NON-TCP
a.
-sU (UDP scan)
UDP port scan. UDP pada umumnya lebih lambat dan lebih
sulit untuk memindaidari TCP, dan sering diabaikan oleh auditor keamanan.
b.
-sO (IP scan protokol)
Scan IP protokol (TCP, ICMP, IGMP, dll) untuk
menemukan layanan yangdidukung oleh mesin target.
c.
-sL (Scan List)
Hanya daftar mana yang akan dipindai (dengan nama
reverse DNS jika tersedia).
d.
-sP (Ping pemindaian)
Hanya melakukan ping scan (host discovery), maka
mencetak host yangmenanggapi.
3.SCAN OPTION
a.
-A (Enable all
advanced/aggressive options)
Merupakan TCP scan dengan mengakrifkan semua opsi yang
ada, deteksi OS (-O), deteksi versi (-sV), script scanning (-sC), dan
traceroute (- traceroute).
b.
-O (Operating system
detection)
Mendeteksi hanya sistem operasi.
c.
-sV (Version detection)
Untuk menemukan versi dari layanan tertentu dari suatu
host.
d.
-sI (Idle Scan (Zombie))
Paket spoofing yang dikirimkan sehingga target tidak
mengetahui. Inputan ini
harus diiringi dengan –sl.
e.
-b (FTP bounce attack)
Menggunakan layanan server FTP untuk scan port host
lain dengan mengirimkanfile ke setiap port yang menarik dari sebuah host
target.
4.Ping Options
1.
-PN (Don't ping before
scanning)
Jangan memeriksa target sebelum scanning. Scan setiap
target yang terdaftar.
2.
-PB (Default ping type)
Kirim probe ICMP ping dan probe ACK untuk melihat
apakah target yang up(seperti-PE-PA).
3.
-PA (ACK ping)
Kirim satu ACK atau lebih untuk memeriksa target.
Berikan daftar port ataumemakai port default. Contoh masukan: 22,53,80
4.
-PS (SYN ping)
Mengirim satu atau lebih probe SYN untuk memeriksa
target. Berikan daftar port atau memakai port default. Contoh masukan: 22,53,80
5.
-PU (UDP probe)
Mengirim satu atau lebih probe UDP untuk memeriksa
target. Berikan daftar port atau memakai port default.
6.
-PO (IPProto probe)
Mengirim satu atau lebih probe protokol IP raw untuk
memeriksa target. Berikan daftar port atau memakai port default.